Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan Dampingi Dinas Peternakan Dan Bersama Dinas Kecamatan Bandar Pulo Cek PMK

Asahan  |  Penyakit Mulut dan Kuku (biasa disingkat PMK) merupakan penyakit Epizootika yang menyerang ternak besar, terutama Sapi dan Babi. Variasi penyebutannya adalah Penyakit Kuku dan Mulut atau singkatan nama bahasa Inggrisnya, FMD (dari foot and mouth disease, juga disebut hoof and mouth disease), penyakit ini disebabkan oleh Virus dari Familia Picornadae. Pada umumnya PMK menyerang hewan berkuku genap, seperti sapi, kerabu, kambing, domba, babi, gajah, jerapah, dan menjangan. Penyakit yang disebabkan oleh virus picorna ini memiliki gejala klinis antara lain, suhu tubuh meningkat dan akan terlihat jelas pada sapi yang masih muda, dan biasanya suhu tubuh akan turun sendirinya setelah terbentuknya lepuh-lepuh.

Sebagai pembudidaya ternak, yang terbaik adalah melakukan upaya pencegahan supaya ternak tidak terjangkit penyakit. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melaksanakan pencegahan penyakit di samping vaksinasi, seperti memberikan pakan yang bergizi, menjaga sanitasi kandang dan lingkungan peternakan serta konsisten dalam menerapkan kegiatan biosekuriti. Dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 15/Bandar Pulo jajaran Kodim 0208/Asahan Kopda Sutopo melaksanakan pendampingan pengecekan ternak yang di lakukan oleh dinas peternakan dan bersama dinas kecamatan bandar pulo, adapun kegiatan ini di lakukan salah satu mencegah mewabahya penyakit PMK yang sekarang melanda negara kita,serta memberikan arahan kepada masnyarakatagar selalu memperhatikan ternaknya, bersama dengan Ibu Yuli, Ibu Ira, Bapak Ali Nudin marpaung (Camat Bandar Pulo), Bapak Haris Margolang, Warga masnyarakat dan Brigadir Tumanggor.

Bacaan Lainnya

Kesehatan ternak dapat terganggu apabila melakukan kesalahan dalam manajemen pemeliharaan ternak seperti kepadatan kandang yang tinggi artinya jumlah ternak yang ditampung dalam kandang tidak sesuai dengan ukuran kandang, sistem ventilasi yang buruk, intensitas cahaya yang terlalu tinggi serta tingginya tingkat populasi dilingkungan kandang. Suara gaduh juga isa membuat ternak menjadi stres sehingga memicu penurunan kondisi kesehatan ternak. Ternak yang sehat bisa dilihat dari tampilan fisiknya seperti ternak kelihatan aktif dan tanggap terhadap perubahan situasi di sekitarnya. Kondisi tubuh seimbang tidak sempoyongan atau pincang, mata bersinar dan sudut mata terlihat bersih, kulit tidak kusam serta frekuensi nafas dan denyut nadi teratur. Bila ternak yang dijumpai dalam kondisi sebaliknya, maka patut dicurigai ternak tersebut terjangkit suatu penyakit, terang Babinsa Kopda Sutopo.

Pos terkait