Peran Aktif Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan Dampingi Pelaksanaan Imunisasi Anak Nasional

Tanjung Balai  |  Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022, upaya ini untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19. Sebagai lokasi pencanangan BIAN ini, pihak TNI siap menyukseskan pelaksanaan BIAN di wilayahnya demi menjaga kekebalan masyarakat dan mencegah terjadinya KLB penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, tentu ini memicu semangat kita semua untuk terus bekerja keras, karena imunisasi anak-anak maka kita berbicara warna dan masa depan bangsa ini, kalau kesehatan baik, SDM kita sukses dan baik.

Dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Pulau Buaya jajaran Kodim 0208/Asahan Sertu HM Pasaribu turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Komsos dan pendampingan tim Kesehatan dari Puskesmas Rawat Inap Siporipori, Guru dan Orang tua Murid dalam rangka pelayanan Bulan Imunisasi Nasional kepada Murid Sekolah Dasar, bersama dengan Ibu Mardiatun (Guru), Ibu Lisma (Bidan), Ibu Yuli (Bidan) dan Ibu Ema (Bidan), kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di SD Negeri 130012 Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai, Jumat (22/07/2022).

Bacaan Lainnya

Pada pelaksanaan kegiatan Launching BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) bersama Team Puskesmas tersebut, kegiatan berjalan aman dan lancar, untuk  Kelas 1,2,3,4,5,6. Telah selesai melaksanakannya, pada kesempatan tersebut Babinsa Sertu HM Pasaribu mengungkapkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan selama pencanangan BIAN diharapkan orang tua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin. Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif.

Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan. “Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sehat,” terangnya.

 

 

Pos terkait