Kegiatan Musyawarah Antara Masyarakat Pada Permasalah Batas Tanah Dihadiri Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan

Asahan  |  Konflik pertanahan yang kerap terjadi bisa diselesaikan dengan baik jika pihak yang bersengketa mengedepankan musyawarahn dalam diskusi tersebut menyakini dalam persoalan sengketa tanah, pihak yang terlibat memiliki kemauan bersama untuk menyelesaikan persoalan yang ada. dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 15/Bandar Pulo jajaran Kodim 0208/Asahan Serda JN. Marpaung turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Musyawarah Antara Masyarakat yang memiliki permasalah Batas Tanah antara Warga, bersama dengan Bapak Daknan Kepala Dusun IV Desa Huta Rao, Ibu  Rini Pemilik Tanah, Bapak  Pardi Pemilim Tanah, Bapak Yetno Pemilik Tanah dan Bapak Seno Pemilik Tanah, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Rumah Bapak Kepala Dusun 4 Desa Huta Rao Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan, Sabtu (23/07/2022).

Menurut tokoh masyarakat tersebut, sengketa akan dapat diselesaikan dengan baik karena keterlibatan berbagai pihak maupun tokoh adat setempat. “Adanya Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh adat serta masyarakat, persoalan sengketa pertanahan akan sangat mudah dan cepat selesai. Karena semua ingin persoalan tanah bisa diselesaikan.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini Babinsa Serda JN. Marpaung mengatakan yang menjadi salah satu pembicara mengatakan negara telah mengakui eksistensi masyarakat hukum adat melalui Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 di dalam Pasal 18B ayat (1). Dijelaskan, dalam pasal tersebut, negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan Undang-Undang. “Undang-undang mengakui dan menghormati hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya, sepanjang hak itu masih eksis dan sesuai dengan perkembangan masyarakat serta prinsip negara Indonesia.

Sesuai diskusi hari ini akan menjadi masukan yang sangat penting bagi kita dan permasalahan atauMusyawarah Antara Masyarakat yang memiliki permasalah Batas Tanah antara Warga, bersama dengan Bapak Daknan Kepala Dusun IV Desa Huta Rao, Ibu  Rini Pemilik Tanah, Bapak  Pardi Pemilim Tanah, Bapak Yetno Pemilik Tanah dan Bapak Seno Pemilik Tanah, ujarnya.

Pos terkait