Dengan Cara Komsos Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan Dampingi Pelaksanaan Pemotongan Daging Kurban

Asahan  |  Umat Islam yang akan berkurban dan penjual hewan kurban wajib memastikan hewan yang akan dijadikan hewan kurban memenuhi syarat sah, khususnya dari sisi kesehatan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Umat Islam yang melaksanakan kurban tidak harus menyembelih sendiri dan/atau menyaksikan langsung proses penyembelihan. Umat Islam yang menjadi panitia kurban bersama dengan tenaga kesehatan perlu mengawasi kondisi kesehatan hewan dan proses pemotongan serta penanganan daging, jeroan, dan limbah. Dalam hal terdapat pembatasan pergerakan ternak dari daerah wabah PMK ke daerah lain yang menyebabkan kurangnya stok, maka umat Islam yang hendak berkurban: dapat berkurban di daerah sentra ternak baik secara langsung maupun tidak langsung dengan mewakilkan (tawkil) kepada orang lain. berkurban melalui lembaga sosial keagamaan yang menyelenggarakan program pemotongan hewan kurban dari sentra ternak.

Dalam hal ini seperti halnya yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 07/Air Joman jajaran Kodim 0208/Asahan Serma J. Manik turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama dengan cara membantu pelaksanaan pemotongan hewan Qurban dalam rangka hari raya Idul Adha 1443 H yang dilaksanakan bersama warga sekitar Koramil 07/AJ, kegiatan ini adalah sebagai wujud kerjasama Koramil 07/AJ dengan warga setempat guna meningkatkan tali silaturrahim serta kemanunggalan TNI-Rakyat, bersama dengan Bapak Al-Ustadz Muslim Musadep (Toga), Bapak Ahmad (Tomas), Bapak Waris (Kepala Lingk-VI), Ibu Aswad (Sekretaris Lurah Binjai Serbangan) dan Para Warga Lingk-VI, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Lingkungan VI Kelurahan Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, Minggu (10/07/2022).

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan tersebut Babinsa Serma J. Manik mengungkapkan ada beberapa tips yang bisa di terapkan dalam pemeliharaan hewan qurban yang perlu diperhatikan oleh peternak maupun penjual hewan qurban apabila terinfeksi PMK tahun ini ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, diantaranya Tahap Mulut, Gejala tahap ini biasanya muncul di awal infeksi yaitu hipersalivasi, mulut ternak sapi bunyi kemrutuk. Gejala deman menyebabkan nafsu makan ternak menurun, lepuh pada moncong mulut, lidah dan rongga mulut atau yang sering kita sebut sariawan.  Alternatif pengobatan sebelum datang vaksin jika bergejala PMK adalah suntikkan secara injeksi antipiretik, antiinflamasi dan antihistamin sampai gejala hilang. Lepuh mulut disemprot larutan asam borat 3%.  Kasih injeksi antibiotik spektrum luas utk cegah infeksi sekunder (oxy tetra,  Penstrep, Tylosin). Kegiat Tahap Kuku, pada tahap ini muncul setelah tahap mulut sembuh, jangan lengah dengan ternak sapi yang sudah sembuh lepuh mulut dan mau makan semua, karena pada tahap kuku ini ternyata titik kritis dari penyakit PMK, ditandai dengan adanya luka pada sela kuku, bekalang kuku, bernanah dan berdarah, bahkan resiko yang parah sampai lepas kuku ternak, terang Babinsa Serma J. Manik.

Pos terkait