Bulan Imunisasi Anak Sekolah Pada Masa Pandemi Covid 19 Turut Didampingi Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan

  • Whatsapp

Asahan  |  Imunisasi merupakan proses untuk membuat seseorang menjadi imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut, dalam hal ini Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 15/Bandar Pulau jajaran Kodim 0208/Asahan Sertu Fiha.T berserta Bidan Desa Rahuning melaksanakan penyuntikan vaksin campak di sekolah dasar Aek Nagaga guna membangun kekebalan tubuh yang sempurna pada anak  dan memastikan imunisasi yang lengkap, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Dusun 2 Desa Aek Aek Nagaga lama Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan, Selasa (21/09/2021).

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut turut serta dihadiri oleh, Ibu Guru Ida, Bidan Desa Ibu Evi Syafitri dan Bidan Desa Ibu Ayu Sulistina. Pada kesempatan tersebut Babinsa Sertu Fiha.T mengungkapkan Imunisasi BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diadakan 2 kali dalam setahun dan dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Program BIAS ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus, terangnya.

Bacaan Lainnya

Namun hanya 3 (tiga) imunisasi wajib berulang yang akan diberikan pada saat BIAS, antara lain, Imunisasi Campak, anak berusia 5-7 tahun masih terkena Campak meskipun sudah mendapatkan vaksinasi sewaktu bayi. Imunisasi Difteri Tetanus (DT), bersamaan dengan Campak, imunisasi DT juga turut diberikan ulang pada anak sekolah kelas 1 SD. Selanjutnya, mengingat masih dijumpai kasus Difteri pada umur > 10 tahun, Imunisasi DT dapat diberikan lagi saat anak berusia 12 tahun. Imunisasi Tetanus (Td), Imunisasi tetanus direkomendasikan untuk diberikan ulang pada anak sekolah kelas 2 dan 3 SD.

Sebab imunisasi tetanus yang didapatkan ketika berusia 18-24 bulan hanya akan memberikan perlindungan hingga sampai anak berusia 6 – 7 tahun saja atau saat ia duduk di bangku kelas 2 SD. Pemberian ulang imunisasi tetanus ini akan memperpanjang kekebalan tubuh anak hingga 10 tahun kedepan. Ketika diberikan kembali setahun berikutnya, yaitu saat anak duduk di kelas 3 SD, kekebalannya akan bertambah lama hingga 20 tahun kemudian, tutupnya.

Pos terkait